Di mana semangatku?
Saat semuanya ini hampir berakhir, di mana dia?
Di mana semangat yang membara itu? Semangat yang membara saat semuanya ini baru dimulai, di mana dia?
Beberapa hari ini. Tidak. Bukan. Bukan beberapa hari ini. Tetapi beberapa minggu terakhir ini, atau lebih tepatnya sebulan ini. Semangat itu... hilang! Entah ke mana!
Bukannya aku tidak mempunyai dukungan.
Bukannya aku tidak ada yang memperhatikan.
Bukannya aku tidak ada yang mendoakan.
Banyak, bahkan banyak sekali yang mendukungku!
Banyak sekali yang memperhatikanku!
Banyak sekali yang mendoakanku!
Orang tuaku, kakak dan adikku, saudara-saudaraku, teman-teman dan sahabat-sahabatku, dan kekasihku, bahkan dosenku pun mendukung, memperhatikan serta mendoakanku.
Tetapi, sepertinya saat ini aku saja yang tidak mendukung, tidak memperhatikan dan mendoakan diriku sendiri!
Tesisku saat ini hampir selesai, tetapi semangatku yang tampaknya sudah selesai!
Sebenarnya masih ada cukup waktu untuk menyelesaikannya, tetapi sepertinya semangatku sudah habis waktunya!
Semuanya tak seperti dulu. Tak seperti dulu saat mengerjakan tugas kelompok, tugas pribadi di kelas, tugas akhir semester, dan tahap-tahap awal mengerjakan tesis.
Saat itu, semangatku begitu membara! Bara api yang terus menerus dikipas hingga api bara itu semakin besar, begitulah semangatku. Semangat yang terus menerus dikipas oleh mimpi-mimpi hingga membuatnya menyala.
Kini ia serasa redup. Tak menyala lagi! Jangankan ia menyala besar, bara itu saja tidak cukup untuk menerangi apalagi menghangatkan tubuh! Sungguh menyedihkan!
Apakah ia sudah tidak mendapatkan angin kipasan lagi hingga membuatnya tak menyala? Apakah ia sudah tidak dibakar lagi dengan mimpi-mimpi?
Sepertinya masih. Ya! Aku yakin masih! Bara itu terus dikipas! Mimpi-mimpi itu selalu dikumandangkan! Bahkan semakin dibesarkan! Mimpi-mimpi itu tak pernah redup!
Banyak hal yang bisa dilakukan setelah urusanku dengan perkuliahanku di sini selesai. Mimpi-mimpi itu malah semakin dekat untuk dinyatakan! Jika semuanya di sini sudah selesai.
Tetapi, sekali lagi, saat semuanya ini hampir selesai, di mana semangatku? Tak berdaya aku menyelesaikan semua ini tanpanya!
Ku harap... dia sudi kembali.
Yogyakarta, hari ke-14 bulan Ramadhan 2015.
Menjelang sahur.
01/07/15
Posts by : Admin
31/08/14
Posts by : Admin
01 September 2014
Saat malam, saat semua sudah tertidur dan aku pun sudah berbaring untuk tidur, aku memutuskan untuk menulis ini. Saat aku tak bisa tertidur, aku kembali bangun, duduk menghadap laptopku dan mulai mengetik. Jari-jariku sudah berada di tombol-tombol huruf tapi pikiranku belum tahu mau mengetik apa. Aneh rasanya, saat aku ingin menulis tapi tak tahu ingin menulis apa...
Aku berdiam diri sejenak. Tanganku masih diam di atas keyboard. Aku merenung...
"Sayang..." jari-jariku kompak menekan tombol kata itu. Lalu terdiam lagi. Sejenak. Lalu melanjutkan mengetik...
"Di malam yang sunyi ini, saat kamu sudah tertidur, aku ingin menyampaikan ini kepadamu. Ini tentang rasa rinduku padamu, sayang." Cepat jari-jariku mengetik itu semua.
Seolah sudah terkonsep dalam pikiranku, aku melanjutkan kata demi kata itu...
"Jauh sekali kamu di sana, sayang. Terlalu jauh untuk ku lihat, terlalu jauh untuk ku peluk, terlalu jauh untuk ku cium. Jarak memisahkan kita, sayang. Juga teman-temannya, lautan, pulau-pulau, cakrawala, tanah, dan waktu. Mereka memisahkan kita, sayang. Aku pernah bilang kepadamu kan, sayang? Bahwa ada satu pulau besar yang membentang memisahkan kita, pulau Kalimantan namanya. Juga ada dua lautan besar yang membelah tempat kita, namanya laut Jawa dan laut Sulawesi. Ada sekitaran seribu tujuh ratus lima puluh empat kilometer jarak yang harus kutempuh untuk bisa ke tempatmu, melintasi cakrawala dan mengarungi lautan.. Apa kamu masih ingat, sayang?
Akibat semua itu, sayang.. Aku hanya bisa mendengar suaramu lewat telepon dan lewat layanan Blackberry Voice Note. Akibat semua itu, sayang.. Aku hanya bisa melihatmu lewat foto profil facebookmu, akun pathmu, akun twittermu, display picture Blackberry Message, dan foto-foto yang kamu kirim padaku. Dan akibat semua itu, sayang.. Aku hanya bisa mengetahui kabarmu dan cerita keseharianmu lewat SMS dan chatting di Blackberry Message.
Ironis memang saat kita berdua sedang jatuh cinta, kasmaran, dan merajut cinta yang menggebu-gebu itu kita harus terpisah. Kita bertemu dalam keterpisahan dan menjalin cinta dalam keterpisahan juga. Saat aku ingin terus memelukmu. Saat aku ingin terus mencium bibir dan tanganmu. Saat aku ingin terus berada di dekatmu. Aku harus pergi meninggalkanmu...
Tetapi sayang... meski begitu aku bangga padamu. Gadis cantik, polos dan anggun sepertimu mampu menerima semua itu walau berat. Mampu bertahan sejauh ini meski berat. Mampu menjalani hari-harimu tanpaku walaupun berat. Aku bangga padamu, sayang. Aku patut meminta maaf padamu karena meninggalkanmu dan aku patut berterima kasih kepadamu karena kamu mau berjuang dan tak menyerah terhadap aku. Aku salut padamu, sayang. Beruntungnya aku memilikimu...
Sayang... meski jauh, aku ingin mengajakmu merangkai cerita cinta kita. Aku ingin kita menulis cerita kita sendiri. Aku bosan membaca kisah cinta orang lain dari novel atau catatan mereka. Sudah saatnya orang-orang membaca kisah kita. Sudah saatnya kita menjadi inspirasi bagi orang-orang terlebih bagi para pasangan yang juga sedang berjuang dengan cinta mereka!!
Oleh karena itu, sayang.. Aku berharap kamu tidak membenci jarak dan teman-temannya, lautan, pulau-pulau, cakrawala, tanah, dan waktu. Bersahabatlah dengan mereka, sayang. Karena dengan begitu, kamu dan aku akan menjalin cinta ini seolah sedang tak terpisah. Biarkan jarak dan teman-temannya itu menertawai kita! Yakinlah, sayang, suatu saat nanti kita yang akan menertawai mereka karena berhasil mengalahkan mereka!! Ya..ha..ha..ha..ha..
Bulan ke-dua akan segera kita pijaki, sayang. Aku rasa, si Agustus tak pernah menyangka kita akan sampai di rumahnya si September. Aku tak tahu trik atau tantangan apa yang sedang dirancang oleh si September, sayang. Mungkin lebih berat dari apa yang sudah kita lalui bersama di rumah si Agustus. Tapi, yakinlah, sayang.. Saat tangan kita masih saling berpegangan, maka kita akan bisa melalui tantangan yang ada..
Sayang.. ayo kita mulai mengayuh lagi sepeda kita di bulan yang baru ini! Pasti akan ada kerikil tajam di jalan yang akan kita lalui, tapi percayalah... saat salah satu di antara kita hilang keseimbangan, salah satu di antara kita akan menopang kuat agar tak terjatuh... aku percaya itu, sayang.
Kita juga mesti berdoa kepadaNya, sayang. Berdoa kepada Dia, Si Pemberi Cinta itu: Tuhan, terima kasih karena Engkau masih menyertai hubungan kami. Kiranya penyertaanMu selalu kami rasakan meski kami terpisah. Kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, kiranya Engkau mau memberikan kami kemampuan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menjalani hari-hari ke depan. Berikanlah kami hati yang tulus, pikiran yang bijak, dan pengertian saat masalah menerpa kami. Agar hingga pada saatnya kami dipersatukan dalam satu ikatan yang kudus, kami masih bisa memegang pada komitmen dan kesetiaan kami. Ampunilah kami jika kami berdosa kepadaMu, ya Tuhan. Inilah doa syukur dan pinta kami kepadaMu. Terimalah doa kami, ya Tuhan. Demi Kristus Yesus, AnakMu yang Tunggal, kami berdoa...
Semoga dengan berteman dengan jarak dan teman-temannya, dengan komitmen yang selalu diucapkan, dan dengan pertolongan dari yang MahaCinta, kita berdua akan selalu bersama...
Inilah rangkaian kata demi kata yang mengalir begitu saja di malam yang sunyi ini. Rangkaian kata demi kata yang kutujukan kepada kekasihku yang sangat ku cinta dan ku rindukan. Rangkaian kata demi kata untuk gadis sederhana namun spesial dalam hatiku. Rangkaian kata demi kata untuk dia... dia yang ku panggil sayang.. dia yang ku panggil G... dia yang ku panggil Grenda Frecya Finda Bujung..."
Dia belahan jiwaku... kepadanyalah kutuliskan semua ini...
Peluk dan cium untukmu, sayang...
Tuhan menyertai aku, menyertai kamu, menyertai KITA... amiiiiiiiiinnnn *KISS *HUG
Yogyakarta, 01 September 2014
01.40 WIB
--- Krueg
Aku berdiam diri sejenak. Tanganku masih diam di atas keyboard. Aku merenung...
"Sayang..." jari-jariku kompak menekan tombol kata itu. Lalu terdiam lagi. Sejenak. Lalu melanjutkan mengetik...
"Di malam yang sunyi ini, saat kamu sudah tertidur, aku ingin menyampaikan ini kepadamu. Ini tentang rasa rinduku padamu, sayang." Cepat jari-jariku mengetik itu semua.
Seolah sudah terkonsep dalam pikiranku, aku melanjutkan kata demi kata itu...
"Jauh sekali kamu di sana, sayang. Terlalu jauh untuk ku lihat, terlalu jauh untuk ku peluk, terlalu jauh untuk ku cium. Jarak memisahkan kita, sayang. Juga teman-temannya, lautan, pulau-pulau, cakrawala, tanah, dan waktu. Mereka memisahkan kita, sayang. Aku pernah bilang kepadamu kan, sayang? Bahwa ada satu pulau besar yang membentang memisahkan kita, pulau Kalimantan namanya. Juga ada dua lautan besar yang membelah tempat kita, namanya laut Jawa dan laut Sulawesi. Ada sekitaran seribu tujuh ratus lima puluh empat kilometer jarak yang harus kutempuh untuk bisa ke tempatmu, melintasi cakrawala dan mengarungi lautan.. Apa kamu masih ingat, sayang?
Akibat semua itu, sayang.. Aku hanya bisa mendengar suaramu lewat telepon dan lewat layanan Blackberry Voice Note. Akibat semua itu, sayang.. Aku hanya bisa melihatmu lewat foto profil facebookmu, akun pathmu, akun twittermu, display picture Blackberry Message, dan foto-foto yang kamu kirim padaku. Dan akibat semua itu, sayang.. Aku hanya bisa mengetahui kabarmu dan cerita keseharianmu lewat SMS dan chatting di Blackberry Message.
Ironis memang saat kita berdua sedang jatuh cinta, kasmaran, dan merajut cinta yang menggebu-gebu itu kita harus terpisah. Kita bertemu dalam keterpisahan dan menjalin cinta dalam keterpisahan juga. Saat aku ingin terus memelukmu. Saat aku ingin terus mencium bibir dan tanganmu. Saat aku ingin terus berada di dekatmu. Aku harus pergi meninggalkanmu...
Tetapi sayang... meski begitu aku bangga padamu. Gadis cantik, polos dan anggun sepertimu mampu menerima semua itu walau berat. Mampu bertahan sejauh ini meski berat. Mampu menjalani hari-harimu tanpaku walaupun berat. Aku bangga padamu, sayang. Aku patut meminta maaf padamu karena meninggalkanmu dan aku patut berterima kasih kepadamu karena kamu mau berjuang dan tak menyerah terhadap aku. Aku salut padamu, sayang. Beruntungnya aku memilikimu...
Sayang... meski jauh, aku ingin mengajakmu merangkai cerita cinta kita. Aku ingin kita menulis cerita kita sendiri. Aku bosan membaca kisah cinta orang lain dari novel atau catatan mereka. Sudah saatnya orang-orang membaca kisah kita. Sudah saatnya kita menjadi inspirasi bagi orang-orang terlebih bagi para pasangan yang juga sedang berjuang dengan cinta mereka!!
Oleh karena itu, sayang.. Aku berharap kamu tidak membenci jarak dan teman-temannya, lautan, pulau-pulau, cakrawala, tanah, dan waktu. Bersahabatlah dengan mereka, sayang. Karena dengan begitu, kamu dan aku akan menjalin cinta ini seolah sedang tak terpisah. Biarkan jarak dan teman-temannya itu menertawai kita! Yakinlah, sayang, suatu saat nanti kita yang akan menertawai mereka karena berhasil mengalahkan mereka!! Ya..ha..ha..ha..ha..
Bulan ke-dua akan segera kita pijaki, sayang. Aku rasa, si Agustus tak pernah menyangka kita akan sampai di rumahnya si September. Aku tak tahu trik atau tantangan apa yang sedang dirancang oleh si September, sayang. Mungkin lebih berat dari apa yang sudah kita lalui bersama di rumah si Agustus. Tapi, yakinlah, sayang.. Saat tangan kita masih saling berpegangan, maka kita akan bisa melalui tantangan yang ada..
Sayang.. ayo kita mulai mengayuh lagi sepeda kita di bulan yang baru ini! Pasti akan ada kerikil tajam di jalan yang akan kita lalui, tapi percayalah... saat salah satu di antara kita hilang keseimbangan, salah satu di antara kita akan menopang kuat agar tak terjatuh... aku percaya itu, sayang.
Kita juga mesti berdoa kepadaNya, sayang. Berdoa kepada Dia, Si Pemberi Cinta itu: Tuhan, terima kasih karena Engkau masih menyertai hubungan kami. Kiranya penyertaanMu selalu kami rasakan meski kami terpisah. Kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, kiranya Engkau mau memberikan kami kemampuan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menjalani hari-hari ke depan. Berikanlah kami hati yang tulus, pikiran yang bijak, dan pengertian saat masalah menerpa kami. Agar hingga pada saatnya kami dipersatukan dalam satu ikatan yang kudus, kami masih bisa memegang pada komitmen dan kesetiaan kami. Ampunilah kami jika kami berdosa kepadaMu, ya Tuhan. Inilah doa syukur dan pinta kami kepadaMu. Terimalah doa kami, ya Tuhan. Demi Kristus Yesus, AnakMu yang Tunggal, kami berdoa...
Semoga dengan berteman dengan jarak dan teman-temannya, dengan komitmen yang selalu diucapkan, dan dengan pertolongan dari yang MahaCinta, kita berdua akan selalu bersama...
Inilah rangkaian kata demi kata yang mengalir begitu saja di malam yang sunyi ini. Rangkaian kata demi kata yang kutujukan kepada kekasihku yang sangat ku cinta dan ku rindukan. Rangkaian kata demi kata untuk gadis sederhana namun spesial dalam hatiku. Rangkaian kata demi kata untuk dia... dia yang ku panggil sayang.. dia yang ku panggil G... dia yang ku panggil Grenda Frecya Finda Bujung..."
Dia belahan jiwaku... kepadanyalah kutuliskan semua ini...
Peluk dan cium untukmu, sayang...
Tuhan menyertai aku, menyertai kamu, menyertai KITA... amiiiiiiiiinnnn *KISS *HUG
Yogyakarta, 01 September 2014
01.40 WIB
--- Krueg
08/06/14
Posts by : Admin
"Sajak bebas untuk srikandi: Saat perjuangan cita bertemu dengan perjuangan cinta"
Berkerut dahiku. Bahkan sampai memerah mataku, membaca segala tulisan yang amat abstrak ini.
Abstrak. Segalanya berbicara tentang sang Ilahi!
Aku menanggapi. Aku menganalisa dengan cara menafsirnya. Aku mencoba memahami apa yang ku imani!
Tak mudah memang. Apalagi jika menyikut alam berpikir filsafati! Juga, firman yang telah diterjemahkan itu mesti berdiskusi dengan konteks, di mana kita berpijak!
Sering, tangan ini tak mampu lagi menopang buku-buku itu
depan wajahku. Bak pohon-pohon yang roboh diterjang ombak pantai Selatan
hingga ke Malioboro!
Kadang juga, rasa rindu kepada seorang srikandi di jauh
sana bisa menjadi penyemangatku, saat pikiran dan raga mulai melesu.
Walau sering tak sampai karena begitu rapatnya pintu hati itu, tapi ku
tahu ada sedikit yang tembus melalui celah-celah angin. Otakku menolak
lupa tentang dirimu!
Pernah memang aku merintih karena kerinduan, seperti dan
seperih apa yang dikatakan dan dirasakan Sujidwo Tedjo pada kekasihnya
"Jika dengan j#ncuk pun tak sanggup aku menjumpaimu, dengan air mata
mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu?", tapi citaku ternyata lebih kuat,
demi cintaku!
Inilah sedikit sajak bebas "di saat perjuangan cita bertemu
dengan perjuangan cinta" keberikan untukmu wahai srikandi, misteri sang
Ilahi.
*kurasa aku tak mau menafsirkan misteri sang Ilahi yang satu ini. Aku mau menikmati lekuk likunya!
(O2.27|270514|YK)
07/03/14
Posts by : Admin
Wahai Malam
Wahai Malam...
dengan kegelapanMu, apa yang coba kau ajarkan terhadap kekosongan hatiku?
Hatiku kosong. Kosong hingga membuatnya gelap. Maksudku bukannya gelap total sih, wahai Malam...
tapi memang agak sedikit tidak berwarna hingga ia terasa gelap, kosong...
Ada titik-titik cahaya memang di sana. Bersinar... memberi nuansa tersendiri bagi hatiku yang kosong itu.
Titik-titik cahaya itu jika Kau bisa bayangkan, wahai malam... seperti ruangan kosong dan gelap namun sengnya bolong-bolong kecil di sana-sini sehingga cahaya mentari masuk ke ruang itu...
seakan memberi secercah harapan. Seakan ingin mengatakan masih ada cahaya yang bisa dinikmati...
Malam... memang aku punya sahabat-sahabat yang selalu bersamaku. Aku punya keluarga dan para saudara yang selalu menopangku. Mereka itulah yang kuibaratkan dengan titik-titik cahaya itu. Namun... rasanya tetap ada yang kurang. Ada yang hilang sejak setahun lalu, wahai Malam.
Ada orang yang dulunya selalu tertawa di ruangan itu, marah, menangis, murung, bersemangat, namun kini dia sudah pergi meninggalkan ruangan itu.
Pernah dan masih ku terpikirkan untuk mencari atau bahkan menerima jika ada yang datang untuk menempati ruangan itu, wahai malam. Namun sepertinya belum ada yang pas dengan kursi spesial yang ada di ruangan itu. Satu-satunya kursi yang ada di sana. Mungkin kursi yang kusediakan di ruangan itu kurang nyaman. Atau mungkin mereka yang pada akhirnya tidak nyaman. Aahh... sama saja.
Wahai Malam... apa yang kau coba ajarkan kepadaku?
Bersabar?
[Malam hari. 23.45 7/03/14
Klitren Lor. Gondokusuman.
YK.]
dengan kegelapanMu, apa yang coba kau ajarkan terhadap kekosongan hatiku?
Hatiku kosong. Kosong hingga membuatnya gelap. Maksudku bukannya gelap total sih, wahai Malam...
tapi memang agak sedikit tidak berwarna hingga ia terasa gelap, kosong...
Ada titik-titik cahaya memang di sana. Bersinar... memberi nuansa tersendiri bagi hatiku yang kosong itu.
Titik-titik cahaya itu jika Kau bisa bayangkan, wahai malam... seperti ruangan kosong dan gelap namun sengnya bolong-bolong kecil di sana-sini sehingga cahaya mentari masuk ke ruang itu...seakan memberi secercah harapan. Seakan ingin mengatakan masih ada cahaya yang bisa dinikmati...
Malam... memang aku punya sahabat-sahabat yang selalu bersamaku. Aku punya keluarga dan para saudara yang selalu menopangku. Mereka itulah yang kuibaratkan dengan titik-titik cahaya itu. Namun... rasanya tetap ada yang kurang. Ada yang hilang sejak setahun lalu, wahai Malam.
Ada orang yang dulunya selalu tertawa di ruangan itu, marah, menangis, murung, bersemangat, namun kini dia sudah pergi meninggalkan ruangan itu.
Pernah dan masih ku terpikirkan untuk mencari atau bahkan menerima jika ada yang datang untuk menempati ruangan itu, wahai malam. Namun sepertinya belum ada yang pas dengan kursi spesial yang ada di ruangan itu. Satu-satunya kursi yang ada di sana. Mungkin kursi yang kusediakan di ruangan itu kurang nyaman. Atau mungkin mereka yang pada akhirnya tidak nyaman. Aahh... sama saja.
Wahai Malam... apa yang kau coba ajarkan kepadaku?
Bersabar?
[Malam hari. 23.45 7/03/14
Klitren Lor. Gondokusuman.
YK.]
24/02/14
Posts by : Admin
Tanah nun Jauh Di Sana...
Malam
ini aku memainkan lagu secara acak dari laptopku. Tak disangkah lagu
pertama yang ku dengar adalah lagu "Oh Minahasa Kina Toanku / Oh
Minahasa Tempat Lahirku" ...
Saat mendengar lagu itu, ada rasa yang bergejolak dalam hatiku. Pikiranku menerawang jauh ke tanah kelahiranku. Ada rasa rindu. Ingin bertemu dengan keluarga, saudara-saudara, dan para sahabat. Ada rasa ingin segera pulang...
Aku hanya bisa tersenyum. Hanya bisa menarik nafas panjang. Ini belum setengah jalan, pikirku. Perjuanganku di Kota Pelajar ini masih sangat panjang. Aku belum ingin kembali tanpa membawa oleh-oleh spesial dari perantauan...
Minahasa kina toanku... doakan aku di sini, Tou Minahasa yang berjuang di tanah orang...
"Oh Minahasa kina toanku
Selari mae unateku
Meilek ung kewangunanu
Ngaranu kendis wia Nusantara
Nuun Cingkeh Pala wo Kopra
Semateles malolowa...
Dano Tolour depo wo numamu
Terbur Lokon wo Soputan
Mawes umbawangunu..
Ohh.. Kina towanku Minahasa
Sawisa mendo endo leos
Paleosane matuari...
Oh Minahasa tempat lahirku
Sungguh bangga rasa hatiku
Memandang keindahanmu
Namamu masyur di Nusantara
Karena cengkeh pala dan kopra
Kagumkan pasaran dunia...
Danau Tondano dan sawah ladangnya
Asap Lokon dan Soputan menghias alamnya
Oh Minahasa tempat lahirku
Aku rindu setiap masa
Aman damai dan sentosa..."
Klitren Lor. Gondokusuman, YK. 23 Bulan 2 '14.
Saat mendengar lagu itu, ada rasa yang bergejolak dalam hatiku. Pikiranku menerawang jauh ke tanah kelahiranku. Ada rasa rindu. Ingin bertemu dengan keluarga, saudara-saudara, dan para sahabat. Ada rasa ingin segera pulang...
Aku hanya bisa tersenyum. Hanya bisa menarik nafas panjang. Ini belum setengah jalan, pikirku. Perjuanganku di Kota Pelajar ini masih sangat panjang. Aku belum ingin kembali tanpa membawa oleh-oleh spesial dari perantauan...
Minahasa kina toanku... doakan aku di sini, Tou Minahasa yang berjuang di tanah orang...
"Oh Minahasa kina toanku
Selari mae unateku
Meilek ung kewangunanu
Ngaranu kendis wia Nusantara
Nuun Cingkeh Pala wo Kopra
Semateles malolowa...
Dano Tolour depo wo numamu
Terbur Lokon wo Soputan
Mawes umbawangunu..
Ohh.. Kina towanku Minahasa
Sawisa mendo endo leos
Paleosane matuari...
Oh Minahasa tempat lahirku
Sungguh bangga rasa hatiku
Memandang keindahanmu
Namamu masyur di Nusantara
Karena cengkeh pala dan kopra
Kagumkan pasaran dunia...
Danau Tondano dan sawah ladangnya
Asap Lokon dan Soputan menghias alamnya
Oh Minahasa tempat lahirku
Aku rindu setiap masa
Aman damai dan sentosa..."
Klitren Lor. Gondokusuman, YK. 23 Bulan 2 '14.
02/08/13
Posts by : Admin
Berteman Dengan Sunyi
Jogja malam ini...
Jalanan terlihat lebih padat dari biasanya.
Motor dan mobil melaju dengan kencang tanda ada hal yang harus diselesaikan dengan buru-buru. Bahkan ada yang hampir keserempet satu dengan yang lain...
Tukang becak yang biasanya nongkrong di depan lorong kini menghilang satu per satu. Hanya tertinggal beberapa tukang becak yang sudah umuran setia menanti penumpang sedari munculnya mentari sampai nampaknya rembulan...
Musisi jalanan yang biasanya beraksi di tiap-tiap warung makan kini jarang terlihat. Yang ada tinggallah sepasang kekasih tua yang keluar masuk warung makan sambil memukul-mukul rebana tanpa bersuara meminta pertolongan...
Kampus UKDW yang biasanya ramai dengan mahasiswa kini tampak gelap. Sunyi. Tak ada kehidupan. Gerbangnya ditutup rapat. Ada kertas yang menempel di salah satu dinding kampus itu, bertuliskan: LIBUR DARI TANGGAL 5 AGUSTUS s/d 9 AGUSTUS 2013...
Semua akhirnya sibuk menyambut libur, menyambut Idul Fitri. Mereka mudik ke kampung masing-masing, bersilahturahmi dengan sanak-saudara yang lama ditinggalkan. Beberapa kos-kosan juga mulai sepi. Ada satu-dua orang yang ditinggalkan bersama sepi oleh teman-teman penghuni yang lain. Termasuk aku..... harus berteman dengan sunyi lagi...
Hanya ada kidung-kidung Kla Project yang senantiasa bersahut-sahutan dengan bunyi "Tik. Tok. Tik. Tok." jam dindingku.
Tak apalah, kata Ebiet G. Ade terkadang kita juga membutuhkan kesunyian dan kesendirian agar memberi waktu untuk meneropong masa silam yang telah terlewat... sebab mungkin ada, apa yang kita cari, masih tersembunyi di lipatan waktu yang tertinggal... Mungkin ada, apa yang kita kejar, justru tak terjamah saat kita melintas... (Senandung lagu dari Ebiet G. Ade - Tat Kala Letih Menunggu)
Inilah secarik cerita dalam kesunyian...
Nuhun..............
Jalanan terlihat lebih padat dari biasanya.
Motor dan mobil melaju dengan kencang tanda ada hal yang harus diselesaikan dengan buru-buru. Bahkan ada yang hampir keserempet satu dengan yang lain...
Tukang becak yang biasanya nongkrong di depan lorong kini menghilang satu per satu. Hanya tertinggal beberapa tukang becak yang sudah umuran setia menanti penumpang sedari munculnya mentari sampai nampaknya rembulan...
Musisi jalanan yang biasanya beraksi di tiap-tiap warung makan kini jarang terlihat. Yang ada tinggallah sepasang kekasih tua yang keluar masuk warung makan sambil memukul-mukul rebana tanpa bersuara meminta pertolongan...
Kampus UKDW yang biasanya ramai dengan mahasiswa kini tampak gelap. Sunyi. Tak ada kehidupan. Gerbangnya ditutup rapat. Ada kertas yang menempel di salah satu dinding kampus itu, bertuliskan: LIBUR DARI TANGGAL 5 AGUSTUS s/d 9 AGUSTUS 2013...
Semua akhirnya sibuk menyambut libur, menyambut Idul Fitri. Mereka mudik ke kampung masing-masing, bersilahturahmi dengan sanak-saudara yang lama ditinggalkan. Beberapa kos-kosan juga mulai sepi. Ada satu-dua orang yang ditinggalkan bersama sepi oleh teman-teman penghuni yang lain. Termasuk aku..... harus berteman dengan sunyi lagi...
Hanya ada kidung-kidung Kla Project yang senantiasa bersahut-sahutan dengan bunyi "Tik. Tok. Tik. Tok." jam dindingku.
Tak apalah, kata Ebiet G. Ade terkadang kita juga membutuhkan kesunyian dan kesendirian agar memberi waktu untuk meneropong masa silam yang telah terlewat... sebab mungkin ada, apa yang kita cari, masih tersembunyi di lipatan waktu yang tertinggal... Mungkin ada, apa yang kita kejar, justru tak terjamah saat kita melintas... (Senandung lagu dari Ebiet G. Ade - Tat Kala Letih Menunggu)
Inilah secarik cerita dalam kesunyian...
Nuhun..............
12/06/13
Posts by : Admin
TUHAN Membuatku Tenteram dan Aman
"Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman." (Mazmur 4:9) [bagian Mazmur 4:1-9]
Ayat di atas merupakan bentuk ungkapan iman dari seseorang (Daud?) yang gundah gulana hidupnya, galau pikirannya, sedih hatinya karena ada hal-hal yang mau menggerogoti nilai kehidupannya. Tetapi dalam keadaannya yang demikian sekalipun ia percaya bahwa Tuhan yang ia imani senantiasa akan membuatnya merasa tenteram dan aman...
Semoga kita juga demikian :)
Selamat beristirahat...
01/06/13
Posts by : Admin
YANG DIBUANG
Permen karet... oh... permen karet...
Kau ternyata begitu menarik
Saking menariknya kau banyak diminati...
Warnamu... bentukmu... rasamu...
ah... kau begitu menarik...
Permen karet... oh... permen karet...
Kau ternyata dibilang enak
Saking enaknya kau diperebutkan banyak orang...
Kau membuat mereka senang... tenang... bahkan dijadikan pelampiasan saat sedih atau marah...
ah... kau dibilang enak...
Permen karet... oh... permen karet...
Kau ternyata rela berkorban
Saking besarnya pengorbananmu banyak yang menyukaimu... tapi kau berkorban hanya untuk seseorang...
Kau digigit... ditekan... hingga kau diperas habis... hanya untuk membuat mereka gembira...
ah... kau rela berkorban...
Permen karet... oh... permen karet...
Mengapa kau dibuang???
Kau dibuang setelah kau beri segalanya... mengapa???
Sudah habiskah rasa manismu???
Rasa pahit yang kau berikan membuat kau dibuang???
Kaukah yang dimaksud 'habis manis sepah dibuang' itu???
ah... permen karet... apa kau ibarat denganku???
08/05/13
Posts by : Admin
Catatan Kecil Saat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus Ke Sorga
Hari ini segenap umat Kristiani memperingati suatu peristiwa mahadahsyat, peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke sorga.
Peringatilah tetapi jangan sekedar diingat! Perlu juga mengoreksi.
Peringatilah tetapi jangan sekedar diingat! Perlu juga mengoreksi.
06/05/13
Posts by : Admin
SALAM DARI KOTA PELAJAR, JOGJAKARTA
Kawan kawan... piye kabare? (bahasa Jogja atau bahasa Jawa yg artinya apa kabar?)
Di sini aku akan menceritakan sedikit cerita perjalanan saya di Daerah Istimewa Jogjakarta. Cerita ini dimulai dari mendaratnya pesawat yang aku tumpangi, sampai tulisan ini diposting. Yaa kira-kira ini adalah ceritaku selama kurang lebih 3 hari berada di kota Srisultan Hamengkubuwono.
Di sini aku akan menceritakan sedikit cerita perjalanan saya di Daerah Istimewa Jogjakarta. Cerita ini dimulai dari mendaratnya pesawat yang aku tumpangi, sampai tulisan ini diposting. Yaa kira-kira ini adalah ceritaku selama kurang lebih 3 hari berada di kota Srisultan Hamengkubuwono.
01/10/12
Posts by : Admin
Catatan Perjuangan Mahasiswa Penulis Skripsi (1)
Entah kata apa yang bagus saya gunakan untuk menggambarkan kondisi
kami saat ini. Kami. Ya, kami. Para mahasiswa penulis skripsi...
Mungkin kata GALAU adalah kata yang tepat. Selain kata ini sedang nge-trend saat ini (walaupun kata ini sebenarnya adalah kosakata lama bahasa Indonesia, tidak tahu siapa yang mempopulerkannnya sekarang), kata ini menurut KBBI berarti pikiran yang kacau, tidak karuan.
Mungkin kata GALAU adalah kata yang tepat. Selain kata ini sedang nge-trend saat ini (walaupun kata ini sebenarnya adalah kosakata lama bahasa Indonesia, tidak tahu siapa yang mempopulerkannnya sekarang), kata ini menurut KBBI berarti pikiran yang kacau, tidak karuan.
13/03/12
Posts by : Admin
"Cita Rasa Secangkir Kopi, Menggugah Hidup"
Sore itu hujan deras mengguyur kota yang sejuk ini. Ya, Tomohon dikenal dengan kota yang sejuk karena letaknya yang berada di puncak tanah Minahasa. Karena letaknya juga banyak bunga yang indah tumbuh di tanah Tomohon, tanah yang subur. Tidak hanya bunga, tetapi juga rempah-rempah hingga tanaman obat ditanam di kota ini. Sungguh, alangkah indahnya negeri yang Tuhan berikan ini.
22/11/11
17/11/11
Posts by : Admin
Entah Apa Yang Terjadi, Yang Pasti Ini Adalah Malam Yang H A M P A . . .
17 November 2011, malam hari: adalah malam yang paling membosankan dalam hidupku. Entah kenapa, kamar aku yang adalah temapat yang paling nyaman di dunia kini berubah seakan-akan menjadi tempat yang paling membosankan dalam sejarah kehidupanku. Barang-barang yang ada di kamarku seakan tak ada maknanya lagi; laptopku... modemku... televisiku... buku-buku ku... gitarku... blackberryku... bahkan pemutar musikku, semuanya - jika dilihat bahkan dipergunakan - terasa sangat membosankan. Sepertinya ada yang kurang dalam hariku itu. Tapi... apa yaa? Ku tanya malam: Apakah kau lihatnya perbedaan yang tak terungkapkan? dan... tak ada jawaban juga (kayak lagu Peterpan saja... hahahaha).
15/11/11
Posts by : Admin
Nasionalisme Dangkal: Refleksi Dari Kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014
Sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh hampir setiap insan manusia. Kegemaran akan sepak bola sangat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat dan tidak memandang umur; mulai dari strata (jika masyarakat berstrata) masyarakat golongan ekonomi lemah sampai yang paling kaya, mulai dari golongan umur anak-anak sampai orang dewasa. Sepak bola juga bahkan dikatakan sebagai salah satu alat pemersatu.
13/11/11
Posts by : Admin
Mas dan Mbak: Suatu Paradigma Yang Keliru Tentang Keberadaan mereka
Suku Jawa (Jawa ngoko: wong Jowo, krama: tiyang Jawi) merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Selain di ketiga propinsi tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Banten, Jakarta, dan Sumatera Utara. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti Osing dan Tengger.
11/11/11
Posts by : Admin
Pengalaman Di Kentucky Fried Chicken
Baru-baru ini saya makan di salah satu restoran cepat saji, yakni di KFC. Tujuannya utamanya sih hanya untuk browsing pake WiFi yang tersedia di sana, tapi tetap saja syarat yang diberlakukan harus dipatuhi, yaitu paling tidak membeli makanan yang ada. Nah, dalam usaha untuk On-Line gratis saya pun harus antri untuk membeli makanan. Antriannya pun tak kalah panjang dengan antrian mobil dan motor di SPBU, sehingga saya harus menunggu lama. Karena lamanya menunggu, saya pun yang tadinya tidak lapar (karena tujuannya hanya untuk browsing) menjadi lapar dan pastinya haus (mungkin dehidrasi, whatever).09/11/11
Posts by : Admin
My New Hobby
My friends, today I will share stories about my new hobby. My new hobby is taking pictures. It could be said of photography. My hobby is not long, about two weeks ago. My interest in art arises when I am photographing photographing a flower that results can be proud of, although it is the result of an amateur. Eventually I realized that whatever it is around us can become something beautiful when photographed properly. No need to linger longer, I will show some results of my amateur photo. Good cheer.
08/11/11
Posts by : Admin
POEM: Cinta... OH Cinta...
Kata yang sering mambuat orang menikmati dunia
lebih indah dari sebelumnya,
tak jarang orang tergila-gila karenanya.
Cinta datang tiba-tiba ketika kesepian melanda jiwa,
kedatangannya membawa kebahagiaan…
Tetapi kedatangannya juga sering kali kurang tepat waktunya.
Kepergiannya membawa separuh hati dan jiwa bersamanya,
dan juga menimbulkan kegelisahan dan rindu yang mendalam.
06/11/11
Posts by : Admin
MIMPI
Dalam lirik lagu Nidji: "Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya...". Kutipan ini ada benarnya, tetapi sebagian orang masih bertanya-tanya apakah mimpi adalah kunci menaklukan dunia ini? Atau itu hanya metafora belaka?
Sebaiknya kita simak beberapa catatan di bawah ini:
Langganan:
Postingan (Atom)



